Jumat, 05 Januari 2018

Biaya Yang Harus Kamu Siapkan Saat Beli Rumah Bekas

kodok disawah

foto:rumah.com

Saat mencari info rumah dijual di Bekasi dan beli rumah pertama, biasanya hanya ada dua pilihan: membeli rumah baru di perumahan baru atau melirik rumah lama. Memang, masing-masing punya kelebihan dan kekurangan. Kelebihan rumah baru biasanya kondisi rumah masih sangat bagus. Namun, kebanyakan bangunan baru saat ini terbuat dari batako di mana material ini membuat rumah lebih panas dan pengap. Sedangkan rumah seken biasanya butuh perbaikan baik itu kusen, genteng, mengecat ulang dinding, dan sebagainya. Rumah yang dibangun di tahun 90-an kebanyakan menggunakan bata merah.

Namun, kali ini tidak bermaksud membahas kelebihan dan kekurangan membeli rumah baru ataupun seken, melainkan perbedaan biayanya. Karena, beda status rumah, beda pula syarat-syarat dan biaya yang dikeluarkan. Bagi yang berniat membeli rumah seken, ketahui biaya-biaya yang harus dikeluarkan.

Biaya pengecekan sertifikat rumah
Sebelum proses jual beli dilakukan, calon pembeli rumah harus melakukan pengecekan sertifikat yang dilakukan di kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN). Tujuannya untuk memastikan bahwa sertifikat tanah tidak terkena blokir, penyitaan, atau sengketa lainnya. Jika terkenal blokir, transaksi jual beli tidak bisa dilaksanakan. Jual beli bisa dilakukan dengan syarat blokir sudah diangkat. Pada prinsipnya, blokir hanya bisa diangkat oleh pihak yang memasang catatan blokir. Kalau blokir dilakukan oleh pengadilan dengan surat resmi maka pengadilan pulalah yang harus mengangkat blokir tersebut dengan surat resmi juga.  Prosedur pengecekan sertifikat tanah di Kantor BPN cukup mudah. Bawalah sertifikat asli dan foto kopi, lalu ajukan ke bagian loket. Biaya administrasi Rp50.000 akan dikenakan sebagai Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).

Biaya administrasi itu telah diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 128/2015 tentang Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak. Setelah itu, BPN akan mengeluarkan surat keterangan terkait status sertifikat tanah yang diajukan tersebut.

Biaya AJB (akta jual beli) beli rumah
Biaya akta jual beli merupakan uang yang dibayarkan untuk membayar jasa Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT). Kebanyakan PPAT menarik biaya 1% dari nilai transaksi, namun sebenarnya PPAT bebas menentukan berapa biaya jasanya dalam membuat akta jual beli. Karenanya persentase tersebut tidak kaku karena kita menawar dan mendapatkan harga lebih murah selama disetujui oleh PPAT. Misalnya jika nilai transaksinya mencapai Rp2 miliar, maka biaya akta jual belinya adalah Rp20 juta. Namun karena anggarannya hanya Rp15 juta, menawar biaya sah saja dilakukan.   Dalam membeli rumah seken, biaya akta jual beli biasanya ditanggung oleh kedua pihak yang dalam hal ini penjual dan pembeli. Namun menutup kemungkinan biaya akta jual beli ini dipikul oleh salah satu pihak sesuai kesepakatan bersama.

Biaya balik nama
Sama dengan biaya pengecekan sertifikat, biaya balik nama juga dilakukan di kantor BPN. Proses balik nama ini diajukan oleh PPAT dan biayanya ditanggung oleh pembeli rumah. Kantor PPAT akan mengurus balik nama ke Badan Pertanahan Nasional (BPN) setempat dengan disertakan sertifikat asli, akta jual beli, fotokopi KTP penjual dan pembeli, bukti pelunasan PPh, bukti pelunasan BPHTB. Proses balik nama sertifikat rumah tidak dapat dilakukan jika akta jual beli belum ditandatangani oleh penjual, pembeli, PPAT, dan saksi.

Biaya PNBP (Penerimaan Negara Bukan Pajak)
PNBP dibayarkan sekaligus pada saat pengajuan Peralihan Hak atau Balik Nama. Besarnya PNBP ini 1 0/00 (satu perseribu/permill) dari Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) tanah. (Baca: Tanda-tanda Kamu Butuh Over Kredit KPR)

PPh (Pajak Penghasilan)
Pajak Penghasilan atas penghasilan dari pengalihan hak atas tanah dan/atau bangunan, dan Perjanjian Pengikatan Jual Beli atas tanah dan/atau bangunan yang mengatur tarif PPh atas pengalihan tanah dan/atau bangunan turun menjadi 2.5% dari sebelumnya 5% berlaku mulai September 2016.

Biaya BPHTB (Bea Perolehan Hak Tanah dan Bangunan)
Sama halnya dengan PPh, BPHTB juga harus dibayarkan sebelum akta jual beli ditandatangani. BPHTB dikenakan bukan hanya pada saat terjadinya jual-beli, melainkan juga terhadap setiap perolehan hak atas tanah dan bangunan, seperti tukar-menukar, hibah, waris, dan lain-lain. Dasar perhitungan BPHTB adalah nilai transaksi atau Nilai Perolehan Objek Pajak (NPOP) dikurangi Nilai Perolehan Objek Pajak Tidak Kena Pajak (NPOPTKP), lalu dikalikan 5 %. Besarnya NPOPTKP berbeda untuk tiap daerah. Di DKI Jakarta besaran NPOPTKP adalah Rp80 juta sedangkan di Bogor Rp60 juta.

Itulah beberapa informasi yang harus kamu ketahui terkait biaya apa saja yang harus kamu persiapkan ketika membeli rumah bekas. Ketika kamu mencari info rumah dijual di Bekasi tentunya hal ini tidak akan menjadi focus utamamu. Namun pada saat awal merencanakan untuk membeli rumah. Biaya – biaya diatas harus kamu perhitungkan dengan baik. Kamu bisa mempersiapkan diri dan kondisi keuanganmu agar mencukupi dan tidak kekurangan pasa saat sudah terlanjur membeli. Semoga ulasan diatas dapat memberikan informasi yang bisa menambah wawasanmu seputar dunia properti.

About the Author

kodok disawah / Selamat Datang

Saya penyuka dunia teknologi, terlebih yang berhubungan dengan rakit merakit, dan plusnya saya juga penyuka cokelat

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.